SMP Negeri 1 Langke Rembong Fokus Pulihkan Trauma Siswa

Foto: Adrianus Ndiri Lirik, S. Fil., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Langke Rembong, Manggarai, Nusa Tenggara Timur. (Aristo/Petanttnews. com)

Petanttnews.com, Ruteng- SMP Negeri 1 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis siswa setelah gempa bumi mengguncang Flores, pada 15 Agustus 2026.

SMP Negeri 1 Langke Rembong merupakan salah satu sekolah Favorit negeri yang terdampak gempa bumi, Manggarai, NTT.

Proses KBM, Sekolah memasukkan kegiatan trauma healing dalam proses pembelajaran di kelas darurat. Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu siswa menghadapi pengalaman traumatis akibat bencana.

Baca Juga: SMPN 1 Langke Rembong KBM di Kelas Darurat Pascagempa

Kepala SMP Negeri 1 Langke Rembong, mengatakan kegiatan trauma healing diberikan kepada seluruh siswa, mulai dari kelas VII hingga kelas IX.

“Untuk jam pembelajarannya itu mulai jam 07.30, kami memulainya dengan kegiatan trauma healing untuk anak-anak kurang lebih setengah jam. Setelah itu kegiatan pembelajaran, dan selesainya jam 12.15,” kata Adrianus Ndiri Lirik, S. Fil. saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa, 1 September 2026.

“Kegiatan trauma healing untuk semua siswa, kelas VII, kelas VIII, kelas IX,” sambungnya

Materi kegiatan trauma healing imbuh Adrianus, disiapkan oleh guru bimbingan dan Konseling (BK). Nantinya akan diberikan kepada guru mata pelajaran.

“Guru Bimbingan dan Konseling (BK) menyiapkan materi, sedangkan pelaksanaannya diberikan kepada guru mata pelajaran yang mengajar pada jam pertama,” jelasnya.

Menurut Adrianus, kondisi psikologis siswa perlu mendapat perhatian karena sejumlah anak mengalami dampak langsung dari gempa, terutama terkait kondisi keluarga dan tempat tinggal mereka.

“Kami sempat bercerita dengan beberapa anak terkait dengan keluarga, situasi di rumah. Seperti yang dialami oleh para korban lainnya, mereka juga bercerita seperti itu,” ujarnya.

Ia mengatakan pengalaman tersebut menjadi trauma tersendiri bagi sejumlah siswa. Karena itu, sekolah berupaya memastikan proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada materi akademik, tetapi juga pemulihan kondisi psikologis siswa.

Selain Dampak terhadap siswa, kata Adrianus, gempa bumi Flores juga dirasakan sejumlah guru. Adrianus menyebut beberapa guru terdampak, termasuk mengalami kerusakan berat pada rumah mereka.

“Untuk teman-teman guru itu ada beberapa yang terdampak. Syukur puji Tuhan bahwa mereka aman-aman, tidak ada korban jiwa,” imbuhnya.

Meski demikian, kerusakan rumah yang dialami sejumlah guru juga menimbulkan trauma tersendiri.

Di sisi lain, Adrianus memastikan tidak ada siswa SMP Negeri 1 Langke Rembong yang mengalami cedera serius akibat gempa.

“Sejauh laporan yang kami terima, puji Tuhan bahwa anak-anak di SMP 1 tidak ada yang mengalami cedera yang cukup serius,” katanya.

Bagaimana Juga: SPBU Mbaumuku Pastikan Stok BBM Aman Pascagempa

Untuk mendukung proses pemulihan, sekolah juga menyesuaikan materi pembelajaran dengan kondisi darurat. Guru diarahkan menyampaikan materi-materi esensial dengan meringkas sejumlah tujuan pembelajaran agar tetap dapat diterima siswa secara efektif.

Kegiatan belajar mengajar sementara dilaksanakan di sembilan tenda darurat. Hal itu dilakukan “karena belasan ruang kelas dan ruang administrasi sekolah belum dapat digunakan,” pungkasnya.

Pihak sekolah masih menunggu pemeriksaan tim teknis untuk memastikan kelayakan bangunan sekolah sebelum kembali digunakan secara normal.

Dalam kondisi tersebut, sekolah berupaya menjaga proses pendidikan tetap berjalan sekaligus memberikan ruang bagi siswa dan guru untuk memulihkan diri setelah mengalami bencana.***