Puskesmas Kota Pastikan Stok Obat Pascagempa Aman

Foto: Aristowaku/Petanttnews. com

Petanttnews.com, Ruteng- Ketersediaan obat untuk kebutuhan kegawatdaruratan di Puskesmas Kota Ruteng dalam kondisi aman selama masa tanggap darurat pascagempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, 15 Agustus 2026.

Kondisi tersebut membuat pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tetap berjalan, termasuk masyarakat yang masih bertahan di posko pengungsian mandiri.

Dokter Puskesmas Kota Ruteng, Margaretha Irmana Baung, mengatakan sebagian besar kebutuhan obat untuk pelayanan emergency telah tersedia.

“Kalau ketersediaan obat hari ini untuk kebutuhan emergency atau kegawatdaruratan itu sudah terpenuhi sih, sebagian besar 90% sudah terpenuhi,” ujarnya saat ditemui di Puskesmas Kota Ruteng, Selasa, 1 September 2026.

Baca Juga: Puskesmas Kota Banyak Tangani Pasien ISPA Pascagempa

Menurutnya, ketersediaan obat menjadi salah satu kebutuhan penting selama masa tanggap darurat. Sebab, petugas tidak hanya melayani pasien di puskesmas, tetapi juga mendatangi warga di sejumlah posko pengungsian.

Ia menuturkan, Puskesmas Kota Ruteng banyak menangani warga dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti sesak napas, batuk, pilek, dan demam. Keluhan tersebut terutama dialami bayi, balita, serta kelompok lanjut usia.

Untuk menjangkau warga yang kesulitan datang ke Puskesmas, tenaga kesehatan membawa obat dan memberikan pelayanan langsung ke sejumlah posko mandiri.

Tim medis menyasar beberapa wilayah kerja Puskesmas Kota Ruteng, di antaranya Compang Carep, Carep, Tenda, Pocomal, dan Karot. Pelayanan tersebut juga diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Untuk mendukung pelayanan lapangan dan rujukan pasien, Puskesmas Kota Ruteng masih mengoperasikan dua unit ambulans.

Satu ambulans digunakan untuk melayani kegiatan puskesmas keliling, sedangkan satu lainnya disiapkan untuk kebutuhan rujukan pasien.

“Kita pakai ambulans, kebetulan ambulans kita ada dua. Satunya untuk rujukan, satunya untuk puskesmas keliling (Pusling),” jelas Dokter Irma.

Selain memperluas jangkauan pelayanan, Puskesmas Kota Ruteng menerapkan sistem kerja shift. Petugas disiagakan hingga malam dan pagi untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap tersedia selama masa tanggap darurat.

Selain obat-obatan, Puskesmas Kota Ruteng juga mendapat dukungan berupa tenda pelayanan, air minum bersih, dan hygiene kit. Bantuan tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di posko, termasuk ibu dan bayi.

Namun, kebutuhan susu bagi bayi dan anak-anak masih terbatas. Puskesmas baru menerima 48 botol susu yang kemudian didistribusikan ke sejumlah posko. “Sudah didistribusikan semua ” katanya.

Baca Juga: SPBU Mbaumuku Pastikan Stok BBM Aman Pascagempa

Pelayanan kesehatan tersebut terus dilakukan sejalan dengan masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai setelah gempa. Dalam masa ini, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk pelayanan kesehatan, menjadi salah satu perhatian pemerintah.

Dengan dukungan stok obat dan dua ambulans yang masih beroperasi, tenaga kesehatan Puskesmas Kota Ruteng terus memberikan pelayanan, baik di fasilitas darurat maupun dengan turun langsung ke posko pengungsian.

“Kita mencoba bersahabat dengan keadaan yang ada sih sebenarnya,” pungkas Dokter Irma.