Yayasan Indonesia Setara Salurkan 21 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores

Petanttnews.com, Ruteng- Yayasan Indonesia Setara menyalurkan bantuan 21 ton beras untuk korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut ditujukan bagi masyarakat yang masih terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 lalu.

Bantuan kemanusiaan itu merupakan bagian dari program Homecoming Challenge 2026: Bantuan Bencana Alam untuk Korban Gempa Flores, NTT. Bantuan dihimpun dari komunitas Pondok Indah Golf Club dan komunitas lari Sydney Marathon.

Bantuan dari Jakarta tersebut dilepas di Aula Asumta Ruteng, Rabu (23/9/2026) pagi. Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan kepada warga terdampak di 20 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.

Perwakilan Yayasan Indonesia Setara, Vinsensius Jemadu, mengatakan donasi tersebut berasal dari masyarakat dan komunitas di Jakarta yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat Flores, khususnya korban gempa di Manggarai dan Manggarai Timur.

“Perlu kami jelaskan bahwa donasi ini dihimpun atau digalang dari teman-teman kita, saudara-saudara kita yang peduli dengan Flores di Jakarta. Yang pertama itu adalah dari teman-teman komunitas main golf kami dari Pondok Indah Golf Club,” kata Vincen saat pelepasan bantuan di Asumta, Rabu (23/9/2026) pagi.

Baca Juga: Yohanes Tola Bawa Tiga Agenda Besar untuk PMKRI 2026-2028

Menurut Vincen, komunitas Pondok Indah Golf Club sebelumnya pernah ikut menggalang bantuan saat pandemi Covid-19 pada 2021. Kali ini, komunitas tersebut kembali menggalang bantuan yang secara khusus diarahkan bagi masyarakat Flores.

Sebagai putra daerah Flores katanya, khususnya Manggarai, Vincen mengatakan memiliki kedekatan dengan komunitas tersebut. Kedekatan itu turut memudahkan penggalangan bantuan untuk diarahkan kepada masyarakat di wilayah yang terdampak gempa.

“Kali ini penggalangan dana oleh komunitas golf Pondok Indah Golf Club ini memang dialokasikan untuk Flores,” ujarnya.

Selain dari komunitas Pondok Indah Golf Club, bantuan juga berasal dari komunitas lari Sydney Marathon. Total donasi yang dihimpun mencapai sekitar Rp400 juta.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp350 juta berasal dari Homecoming Challenge Pondok Indah Golf Club, sedangkan Rp50 juta berasal dari komunitas lari Sydney Marathon.

Bantuan kemudian disalurkan melalui Yayasan Indonesia Setara dan diteruskan kepada Yayasan Puspita Bangun Bangsa sebagai mitra lokal dalam pendistribusian bantuan di Flores.

Vincen menjelaskan, Yayasan Puspita Bangun Bangsa selama ini bergerak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.

“Kami sudah membagikan juga puluhan kursi roda, dan kali ini saudara-saudara kita lewat Yayasan Puspita Bangun Bangsa, kita akan membagikan sembako, beras, sebanyak 21 ton,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih terdampak gempa bumi.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa memberikan manfaat untuk saudara-saudara kita di Flores, khususnya Manggarai dan Manggarai Timur ini,” ujarnya.

“Ya, perlu saya tambahkan sedikit lagi bahwa bantuan dari Pondok Indah Golf Club dan Sydney Marathon ini melalui Yayasan Indonesia Setara, yang kebetulan ketua atau pembinanya sahabat baik saya, Pak Sandiaga Uno. Dan sekali lagi kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Bapak Sandiaga Uno beserta jajaran yayasannya,” pungkasnya.

20 Desa Jadi Sasaran

Sementara itu, Pendiri Yayasan Puspita Bangun Bangsa, Florianus Santosa Nggagur, mengatakan pihaknya dipercaya sebagai mitra lokal untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak gempa.

Menurutnya, bantuan 21 ton beras tersebut akan didistribusikan kepada 20 desa yang tersebar di 10 kecamatan di Manggarai dan Manggarai Timur.

“Terima kasih kepada Yayasan Indonesia Setara atas kepercayaan yang diberikan kepada Yayasan Puspita Bangun Bangsa sebagai mitra lokal penyaluran bantuan,” kata Florianus, Rabu (23/09/26) pagi.

Untuk distribusi tahap awal, bantuan diarahkan ke Desa Liang Bua, Desa Pong Lengor, Desa Compang Umpu, Desa Golo Cador, Desa Lador, Desa Timbut, serta Kelurahan Reo.

Sementara itu, bantuan untuk desa Tanah Rata, Manggarai Timur telah dikirim lebih dahulu dan dijadwalkan diserahterimakan pada Kamis, 25 September 2026.

Florianus mengatakan  pembagian berdasarkan besar kecilnya dampak gempa di setiap desa, sehingga jumlah bantuan tdk sama untuk masing-masing desa.

“Besaran bantuan disesuaikan dengan jumlah korban dan tingkat dampak gempa di masing-masing wilayah,” jelasnya.

“Jumlah bantuan tadi kan ada 21 ton. Itu dibagi berdasarkan beda-beda ya, tergantung korban. Karena korban ini kan tidak sama setiap desa,” ujarnya.

Dari sejumlah wilayah yang menjadi sasaran distribusi tahap awal, Desa Pong Lengor mendapat alokasi terbesar, yakni empat ton beras.

“Yang paling banyak hari ini kita bawa 4 ton ke Pong Lengor,” kata Florianus.

Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan secara bertahap kepada warga terdampak gempa di sejumlah desa dan kecamatan.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Manggarai, Petrus Masangkat, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut. Ia mengatakan bantuan itu sangat berarti bagi masyarakat yang masih mengalami trauma akibat gempa susulan.

“Atas nama Bupati Manggarai, kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada Yayasan Indonesia Setara melalui Yayasan Puspita Bangun Bangsa atas bantuan dan dukungannya untuk meringankan beban masyarakat Kabupaten Manggarai,” kata Petrus.

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir banyak bantuan telah masuk ke Kabupaten Manggarai. Namun, gempa susulan masih terus terjadi hingga membuat sebagian masyarakat trauma untuk kembali masuk ke rumah.

“Perlu kami sampaikan bahwa memang akhir-akhir ini banyak bantuan yang sudah masuk. Diikuti juga gempa susulan yang menyusul terus. Sampai tadi pagi itu masih terjadi, jam 05.30 itu 4,5 Skala Richter,” ujarnya.

Menurut Petrus, kondisi tersebut membuat masyarakat masih membutuhkan dukungan, termasuk bantuan kebutuhan pokok.

“Sehingga itu juga membuat masyarakat trauma untuk masuk ke rumahnya. Nah, sehingga bantuan-bantuan ini pasti akan bermanfaat untuk mereka,” katanya.

Baca Juga: Congko Lokap Gendang Ngkaer, Doa, Adat, dan Warisan Leluhur untuk Generasi Mendatang

Ia kembali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat Kabupaten Manggarai.

“Sehingga atas nama Pemerintah Kabupaten Manggarai, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak dari Jakarta, terus dari Kabupaten Manggarai, dan dari mana pun segala donasi atau donatur masuk ke Kabupaten Manggarai. Semoga Tuhan selalu memberkati segala niat baik kita. Terima kasih,” pungkasnya.

Penyaluran bantuan ini berlangsung ketika masyarakat Kabupaten Manggarai masih berada dalam masa tanggap darurat tahap ketiga pascagempa bumi Flores. Dalam kondisi tersebut, dukungan berupa kebutuhan pokok masih menjadi bagian penting dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Program Homecoming Challenge 2026 menjadi salah satu bentuk dukungan masyarakat dan komunitas dari luar Flores bagi warga yang masih menghadapi dampak gempa bumi.

Melalui penyaluran 21 ton beras tersebut, Yayasan Indonesia Setara bersama Yayasan Puspita Bangun Bangsa mendistribusikan bantuan kepada korban gempa Flores, khususnya masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.***