Yayasan Pesona Manggarai Terus Salurkan Bantuan Gempa

Petanttnews.com, Ruteng- Yayasan Pesona Manggarai bersama mitranya, Gereja Methodist Denpasar dan PT Globe Eagle Global, menyalurkan bantuan pangan berupa 1 ton beras kepada ratusan warga terdampak gempa bumi di Desa Cireng dan Desa Ruang, Kecamatan Satarmese Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang masih terdampak gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Heribertus Philipus Nerius Baben mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian aksi kemanusiaan yang telah dilakukan Yayasan Pesona Manggarai di sejumlah wilayah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.

“Kalau yang tadi ini bantuan dari Yayasan Pesona Manggarai bersama mitranya Gereja Methodis Denpasar sama PT Globe Eagle Global, untuk memberikan bantuan pangan beras kepada dua desa di Satarmese Utara. Kebetulan ada dua desa itu juga yang terdampak karena gempa, yaitu Desa Cireng sama Desa Ruang. Kami tadi sudah membawa bantuan beras ke sana sebesar 1 ton,” kata Heri, usai menyerahkan bantuan beras kepada warga terdampak, Rabu (23/09/26) pagi.

Sebelumnya kata Heri, bantuan juga telah disalurkan ke sejumlah wilayah lain. Di Kecamatan Langke Rembong, misalnya, bantuan diberikan pada lima titik posko dengan jumlah penerima yang berbeda-beda.

Baca Juga: Yayasan Indonesia Setara Salurkan 21 Ton Beras untuk Korban Gempa Flores

Selain itu, Yayasan Pesona Manggarai telah menyalurkan bantuan ke wilayah Satarmese, termasuk kampung Dantar dan Gololambo sejumlah desa di sekitarnya.

Tak hanya itu, antuan kemanusiaan juga diberikan di Kecamatan Reok melalui kerja sama dengan Yayasan Santo Rafael Rumah Sakit Santo Rafael Cancar. Di wilayah tersebut, kegiatan yang dilakukan meliputi pengobatan gratis, pembagian sembako, serta trauma healing bagi anak-anak terdampak gempa.

Tidak hanya masyarakat, tenaga kesehatan yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi pascagempa juga menjadi sasaran perhatian.

Menurut Heri, para tenaga kesehatan turut terdampak gempa. Namun, mereka tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

“Dari itu mereka harus diperhatikan. Karena itu minggu lalu kami juga di sana, pembagian sembako dan pengobatan gratis untuk para nakes,” ujarnya.

Heri mengatakan bantuan yang telah diberikan Yayasan Pesona Manggarai tidak hanya berupa beras. Sejumlah kebutuhan lainnya juga disalurkan, seperti mi instan, pakaian layak pakai, dan terpal. Pelayanan pengobatan gratis turut dilakukan di sejumlah lokasi.

Setelah berkeliling ke sejumlah kecamatan di Kabupaten Manggarai, Heri mengaku masih menemukan warga terdampak gempa yang belum mendapatkan bantuan.

“Saya sudah ke Kecamatan Cibal, Cibal Barat, Reok, Reok Barat, Wae Ri’i, Rahong Utara, Lelak, Satarmese, Langke Rembong, Ruteng. Kesan saya, masih ada yang terdampak tetapi belum dapat bantuan,” katanya.

Karena itu, ia meminta pemerintah mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat hingga rusak total.

Heri juga mengingatkan pemerintah mengenai kebutuhan warga menghadapi musim hujan. Menurutnya, pembangunan hunian sementara (huntara) belum menjangkau seluruh warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Kalau ada bantuan-bantuan itu supaya segera disalurkan, supaya masyarakat bisa cepat dapat bantuan,” ujarnya.

Ia meminta penyediaan terpal diperbanyak sebagai langkah sementara bagi warga yang rumahnya rusak total sambil menunggu pembangunan huntara dan hunian tetap (huntap).

“Sekarang sudah mulai musim hujan. Segera cepatlah penyediaan terpal untuk masyarakat supaya dipercepat. Rumah-rumah itu kan belum dibuat,” katanya.

Perhatian untuk tenaga kesehatan

Selain warga terdampak, Heri menyoroti kondisi tenaga kesehatan yang masih bekerja di tengah keterbatasan fasilitas pelayanan kesehatan pascagempa.

Ia mengatakan tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapat perhatian karena sebagian dari mereka ikut terdampak, tetapi tetap menjalankan tugas melayani pasien.

“Kalau nakesnya sakit, bayangkan. Cuaca di bawah dingin. Kalau hujan datang, mereka sakit, siapa yang urus ini pasien?” katanya.

Karena itu, Heri mendorong pemerintah memberikan dukungan tambahan kepada tenaga kesehatan, termasuk penyediaan vitamin dan dukungan anggaran agar mereka tetap dapat menjalankan pelayanan.

Baca Juga: Yohanes Tola Bawa Tiga Agenda Besar untuk PMKRI 2026-2028

Perhatian serupa, lanjut dia, perlu diberikan kepada relawan pemerintah dan ASN yang ditugaskan membantu penanganan pascagempa di lapangan.

“Relawan resmi dari pemerintah, tolong diperhatikan juga mereka. Perhatikan, kasih uang jalan mereka, uang saku mereka supaya mereka bisa bergerak baik,” ujarnya.

Terkait dana pemerintah sebesar Rp20 miliar untuk penanganan pascagempa, Heri berharap anggaran tersebut digunakan sesuai peruntukan dan menyentuh kebutuhan masyarakat terdampak. “Gunakan dana itu dengan baik, tepat sasaran. Jangan sampai melenceng,” pungkasnya.***